Hari Kanker Anak Internasional Diperingati Global. Setiap tanggal 15 Februari dunia memperingati Hari Kanker Anak Internasional (International Childhood Cancer Day). Pada 15 Februari 2026, peringatan ini kembali digelar secara global dengan tema “Better Access for Better Survival” yang menekankan pentingnya akses merata terhadap pengobatan kanker anak di seluruh negara. Di Indonesia, peringatan tahun ini diwarnai berbagai kegiatan mulai dari seminar nasional di Jakarta, kampanye edukasi di sekolah-sekolah, hingga aksi solidaritas bersepeda di beberapa kota besar. Data terbaru menunjukkan bahwa kanker anak masih menjadi penyebab utama kematian akibat penyakit non-infeksi pada anak usia 0–19 tahun, dengan angka kejadian sekitar 11–15 kasus per 1 juta anak setiap tahunnya di Indonesia. VENUE NIKAH
Fakta dan Tantangan Kanker Anak di Indonesia: Hari Kanker Anak Internasional Diperingati Global
Menurut data Globocan 2022 yang masih menjadi rujukan utama hingga 2026, Indonesia mencatat sekitar 11.000–12.000 kasus baru kanker anak setiap tahun. Leukemia limfoblastik akut (LLA) mendominasi dengan proporsi 25–30%, diikuti limfoma, tumor otak, neuroblastoma, dan retinoblastoma. Tingkat kelangsungan hidup (survival rate) anak penderita kanker di Indonesia masih berada di kisaran 20–30% untuk semua jenis, jauh di bawah negara maju yang sudah mencapai 80–90%. Penyebab utama rendahnya angka kesembuhan adalah keterlambatan diagnosis, akses terbatas ke pusat pengobatan spesialis, biaya pengobatan yang tinggi, serta putus pengobatan yang mencapai 40–50% kasus.
Pada peringatan 2026, Kementerian Kesehatan RI meluncurkan program perluasan BPJS Kesehatan untuk mencakup lebih banyak obat kemoterapi lini kedua dan ketiga, serta memperluas jaringan rumah singgah bagi keluarga pasien anak dari luar kota. Beberapa rumah sakit rujukan seperti RSCM Jakarta, RS Sardjito Yogyakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, dan RS Wahidin Sudirohusodo Makassar melaporkan peningkatan jumlah pasien anak kanker yang terdeteksi stadium awal berkat kampanye deteksi dini sejak 2024.
Kampanye dan Aksi Solidaritas Global & Nasional: Hari Kanker Anak Internasional Diperingati Global
Tahun ini, International Childhood Cancer Day mengusung warna emas sebagai simbol harapan dan kekuatan. Di seluruh dunia, gedung-gedung ikonik seperti Menara Eiffel, Sydney Opera House, dan Patung Christ the Redeemer di Rio de Janeiro diterangi lampu emas malam itu. Di Indonesia, landmark seperti Monas Jakarta, Masjid Raya Baiturrahman Aceh, dan Tugu Juang Yogyakarta juga menyala emas sebagai bentuk solidaritas.
Berbagai komunitas seperti Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI), Rumah Singgah Ronald McDonald, dan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) menggelar rangkaian kegiatan: donor darah massal, lomba mewarnai untuk anak-anak pasien, dan webinar nasional bertema “Akses Pengobatan yang Adil untuk Semua Anak Indonesia”. Di media sosial, tagar #GoldForChildhoodCancer dan #HariKankerAnak2026 menjadi trending dengan lebih dari 1,2 juta posting dalam 24 jam.
Kesimpulan
Peringatan Hari Kanker Anak Internasional 15 Februari 2026 menjadi pengingat bersama bahwa kanker anak bukan hanya masalah medis, melainkan isu hak anak atas kesehatan dan kesempatan hidup yang sama. Di Indonesia, meski angka kesembuhan masih tertinggal jauh dibanding negara maju, langkah-langkah seperti perluasan BPJS, deteksi dini, dan dukungan psikososial mulai menunjukkan hasil positif. Kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, komunitas, dan masyarakat sipil menjadi kunci utama. Setiap anak yang terdiagnosis kanker berhak mendapatkan pengobatan terbaik tanpa memandang latar belakang ekonomi atau domisili. Mari terus dukung perjuangan mereka dengan kesadaran, donasi, dan doa—karena setiap “hari baik” yang mereka raih adalah kemenangan bersama kita semua. Selamat Hari Kanker Anak Internasional—bersama kita lawan kanker anak.
