Banjir Rob Ancam 12 Wilayah Jakarta Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali mengeluarkan peringatan dini banjir rob untuk wilayah pesisir Jakarta Utara hingga 5 Februari 2026. Kenaikan muka air laut mencapai 60–90 cm di atas permukaan pasang normal, ditambah angin kencang dari utara dan curah hujan sedang-lebat di hulu sungai Ciliwung dan Sunter. Hingga pagi ini, 12 kelurahan di 5 kecamatan sudah terendam genangan rob setinggi 30–80 cm. Ribuan rumah warga dan ratusan hektare tambak terdampak, sementara akses jalan utama di pesisir lumpuh total. INFO PROPERTI
Wilayah Terdampak dan Tingkat Genangan: Banjir Rob Ancam 12 Wilayah Jakarta Utara
Berdasarkan pemantauan BMKG dan BPBD, banjir rob paling parah terjadi di Kecamatan Cilincing, Koja, Tanjung Priok, Pluit, dan Penjaringan. Kelurahan yang masuk kategori siaga meliputi:
Cilincing: Kelurahan Cilincing, Kalibaru, Rorotan, Semper Barat (genangan 50–80 cm)
Koja: Kelurahan Koja Utara, Koja Selatan, Rawamangun (genangan 40–70 cm)
Tanjung Priok: Kelurahan Tanjung Priok, Kebon Bawang, Sungai Baru (genangan 40–65 cm)
Pluit: Kelurahan Pluit, Penjaringan (genangan 30–60 cm)
Penjaringan: Kelurahan Penjaringan, Pejagalan, Kapuk Muara (genangan 30–55 cm)
Genangan rob ini diperparah oleh luapan Sungai Sunter dan Kali Item yang debitnya meningkat akibat hujan di Bogor dan Depok. Tambak-tambak di Cilincing dan Penjaringan terendam hingga 1 meter, merusak ribuan hektare tambak udang dan ikan.
Dampak terhadap Masyarakat dan Respons Darurat: Banjir Rob Ancam 12 Wilayah Jakarta Utara
Lebih dari 4.500 jiwa terdampak langsung, dengan sekitar 1.200 keluarga mengungsi sementara ke posko-posko di masjid, sekolah, dan balai kelurahan. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, terutama dari perabot rumah tangga, kendaraan roda dua yang terendam, dan kerusakan tambak. Belum ada laporan korban jiwa, namun beberapa warga mengalami luka ringan akibat terseret arus dan serpihan material.
BPBD DKI langsung menggelar posko gabungan sejak malam 2 Februari. Petugas menggunakan perahu karet dan truk tinggi untuk evakuasi warga dari rumah-rumah terendam. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan terpal sudah disalurkan ke 12 kelurahan rawan. Gubernur DKI memerintahkan percepatan penyedotan air dan pembersihan saluran drainase pesisir. PLN menurunkan tim untuk memulihkan listrik yang padam di kawasan Pluit dan Tanjung Priok karena gardu terendam.
Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi
BMKG memperpanjang status siaga hingga 5 Februari 2026 dengan potensi banjir rob masih tinggi di pesisir utara Jakarta, terutama saat puncak pasang tinggi pukul 04.00–07.00 dan 16.00–19.00 WIB setiap hari. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap genangan mendadak, pohon tumbang akibat angin kencang, dan longsor kecil di tanggul sungai. Rekomendasi utama:
Hindari melintas di kawasan pesisir jika tidak mendesak.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, senter, dan dokumen penting.
Pantau informasi banjir melalui aplikasi Jakarta Siaga dan Twitter resmi @BPBDJakarta.
Pemerintah daerah juga diimbau mempercepat pembersihan saluran drainase pesisir dan memperkuat tanggul sungai yang rawan rob.
Kesimpulan
Banjir rob yang menggenangi 12 kelurahan di Jakarta Utara hingga 5 Februari 2026 menjadi ancaman serius bagi warga pesisir. Respons cepat BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah provinsi sudah terlihat, namun potensi rob lanjutan tetap tinggi karena pasang tinggi dan hujan di hulu. Peringatan BMKG harus menjadi perhatian utama bagi warga dan pemerintah daerah. Semoga genangan segera surut total dan masyarakat terdampak bisa pulih secepatnya. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi kesiapsiagaan dan solidaritas bisa meringankan dampaknya.
