Banjir Cipinang Jakarta Parah, 150 RT Terdampak

Banjir Cipinang Jakarta Parah, 150 RT Terdampak

Banjir Cipinang Jakarta Parah, 150 RT Terdampak. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak malam 30 Januari hingga dini hari 31 Januari 2026 menyebabkan banjir parah di wilayah Cipinang, Jakarta Timur. Banjir luapan Sungai Cipinang dan meluapnya saluran drainase membuat sekitar 150 RT di Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Cipinang Muara, dan sekitarnya terendam air setinggi 50–180 cm. BPBD DKI Jakarta mencatat lebih dari 2.800 jiwa terdampak langsung, dengan ratusan rumah terendam hingga dada orang dewasa. Genangan juga melumpuhkan akses jalan utama seperti Jalan DI Panjaitan dan Jalan Cipinang Muara, membuat lalu lintas lumpuh total sejak pagi. REVIEW FILM

Penyebab Banjir dan Titik Rawan Utama: Banjir Cipinang Jakarta Parah, 150 RT Terdampak

Curah hujan mencapai 180–240 mm dalam 12 jam terakhir di wilayah Cipinang dan sekitarnya, jauh melebihi kapasitas drainase kota yang sudah tersumbat sampah dan sedimentasi. Sungai Cipinang meluap karena debit air dari hulu Bogor dan Depok yang tinggi, ditambah rob air laut yang masuk ke muara. Bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa masih aktif menarik massa udara basah, sehingga hujan lebat disertai angin kencang 50–70 km/jam. Titik rawan utama yang masih tergenang hingga siang 31 Januari:
RW 01–06 Kelurahan Cipinang Besar Selatan: ketinggian air 120–180 cm, 78 RT terendam.
RW 03–08 Kelurahan Cipinang Muara: 62 RT terendam, akses utama ke Jalan DI Panjaitan terputus.
Perumahan Cipinang Indah dan sekitar Mall Cipinang Indah: genangan 80–150 cm, ratusan rumah terendam.
Beberapa sekolah dasar dan masjid juga terendam, sementara listrik padam di sebagian RW karena gardu induk terendam.

Dampak terhadap Masyarakat dan Respons Pemerintah: Banjir Cipinang Jakarta Parah, 150 RT Terdampak

Lebih dari 2.800 jiwa terdampak, dengan 1.200 di antaranya mengungsi ke posko-posko di masjid, sekolah, dan balai RW. Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah, terutama dari perabot rumah tangga, kendaraan roda dua yang terendam, dan kerusakan dinding serta plafon rumah. Belum ada laporan korban jiwa, tapi beberapa warga mengalami luka ringan akibat serpihan material dan terseret arus. BPBD DKI langsung menggelar posko gabungan sejak pukul 04.00 dini hari. Petugas gabungan dari Dinas Penanggulangan Bencana, Satpol PP, TNI-Polri, dan relawan menggunakan perahu karet untuk evakuasi dan distribusi logistik. Bantuan berupa makanan siap saji, air minum, selimut, dan obat-obatan sudah mulai disalurkan. Gubernur DKI memerintahkan percepatan penyedotan air dan pembersihan saluran drainase. PLN menurunkan tim untuk memulihkan listrik secara bertahap.

Rekomendasi dan Peringatan BMKG

BMKG memperpanjang status siaga hingga 1 Februari 2026 dengan potensi hujan sedang-lebat dan angin kencang masih mungkin terjadi di Jakarta Timur dan sekitarnya. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap banjir susulan, genangan di jalan, dan pohon tumbang. Rekomendasi utama:
Hindari melintas di kawasan genangan jika tidak mendesak.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, dan dokumen penting.
Pantau informasi banjir melalui aplikasi Jakarta Siaga dan Twitter resmi @BPBDJakarta. Pemerintah daerah juga diimbau mempercepat pembersihan saluran drainase dan memeriksa kondisi rumah warga yang rawan rob dan luapan sungai.

Kesimpulan

Banjir parah di Cipinang Jakarta Timur akibat hujan deras dan luapan Sungai Cipinang telah merendam 150 RT dan memaksa ribuan warga mengungsi sementara. Respons cepat BPBD, TNI-Polri, dan PLN sudah terlihat, namun potensi hujan lanjutan hingga awal Februari tetap menjadi ancaman. Peringatan BMKG harus menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah daerah. Semoga genangan segera surut total dan masyarakat terdampak bisa pulih secepatnya. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi kesiapsiagaan dan solidaritas bisa meringankan dampaknya. Tetap aman dan saling bantu, Jakarta!

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *