BMKG Waspada Hujan Lebat hingga 21 Februari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat yang masih berlangsung hingga 21 Februari 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian Sumatra serta Kalimantan. Peringatan ini dikeluarkan menyusul aktifnya Monsun Asia yang kuat dan pengaruh Madden-Julian Oscillation (MJO) di fase 3–4, ditambah bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa yang memperkuat konveksi. Curah hujan diprediksi mencapai 100–200 mm dalam 24 jam di beberapa titik, disertai kilat/petir dan angin kencang. BMKG menilai kondisi ini masih bagian dari puncak musim hujan yang berpotensi memicu banjir, longsor, banjir bandang, dan genangan di daerah rawan. BERITA TERKINI
Wilayah Rawan dan Prakiraan Harian: BMKG Waspada Hujan Lebat hingga 21 Februari
Untuk periode 19–21 Februari, hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang terjadi di:
Jawa Barat (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Sukabumi, Bandung Barat, Cianjur) dengan potensi curah >150 mm/hari di lereng selatan.
Jawa Tengah (Cilacap, Kebumen, Purworejo, Wonogiri, Banjarnegara, Purbalingga) dan DI Yogyakarta (Kulon Progo, Purworejo perbatasan).
Jawa Timur selatan (Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang selatan, Lumajang) dengan risiko longsor tinggi di lereng Gunung Wilis, Argopuro, dan Semeru.
Bali (Jembrana, Tabanan, Badung selatan) dan NTB (Lombok Barat, Sumbawa Barat).
Hujan sedang hingga lebat juga diprediksi di DKI Jakarta, Banten, Lampung, Sumatra Barat, Riau, dan Kalimantan Barat. BMKG mencatat potensi angin kencang 30–50 knot di Selat Sunda, Laut Jawa selatan, dan Samudra Hindia selatan Jawa, yang dapat memicu gelombang tinggi 2,5–4 meter. Daerah rawan longsor mencakup lereng Gunung Merapi, Merbabu, Lawu, Slamet, Gede Pangrango, dan wilayah pegunungan Priangan serta Tengger.
Dampak yang Sudah Terjadi dan Antisipasi: BMKG Waspada Hujan Lebat hingga 21 Februari
Hingga 20 Februari malam, beberapa daerah sudah melaporkan dampak awal: genangan di Jakarta Utara dan Bekasi, longsor kecil di lereng Gunung Gede Pangrango, serta banjir bandang ringan di Cilacap dan Kebumen. BPBD Jawa Tengah dan Jawa Barat sudah menyiapkan posko siaga, perahu karet, dan tim evakuasi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperpanjang status siaga banjir hingga akhir Februari. Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di bantaran sungai, lereng curam, dan daerah rawan longsor. BNPB bersama BMKG menyarankan penggunaan aplikasi Info BMKG dan Siaga Bencana untuk pemantauan real-time. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial menyiapkan dana siaga bencana tahap awal untuk mendukung penanganan cepat.
Kesimpulan
Potensi hujan lebat hingga 21 Februari 2026 menuntut kewaspadaan ekstra di hampir seluruh Pulau Jawa dan beberapa wilayah lain. BMKG memprediksi curah hujan ekstrem di wilayah selatan Jawa yang rawan banjir dan longsor, sementara wilayah utara berpotensi genangan. Di tengah Februari 2026, antisipasi dini dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian material. Masyarakat diimbau tidak mengabaikan peringatan dini dan menyiapkan langkah mitigasi sederhana seperti membersihkan saluran air dan menghindari daerah rawan. Semoga hujan ke depan tidak lagi menimbulkan bencana besar, dan semua pihak bisa lebih siap menghadapi pola cuaca yang semakin ekstrem di musim hujan tahun ini.
