BMKG: Potensi Hujan Lebat Meluas ke Kalimantan

BMKG: Potensi Hujan Lebat Meluas ke Kalimantan

BMKG: Potensi Hujan Lebat Meluas ke Kalimantan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bahwa potensi hujan lebat hingga sangat lebat mulai meluas ke wilayah Kalimantan sejak 30 Januari 2026 hingga awal Februari. Hujan ekstrem ini dipicu oleh bibit siklon tropis yang masih aktif di Samudra Hindia selatan Jawa serta pengaruh Monsun Asia yang kuat. Hingga pagi 30 Januari, curah hujan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sudah mencapai 150–280 mm dalam 48 jam terakhir, memicu banjir dan longsor di beberapa kabupaten. BMKG menetapkan status siaga merah untuk tujuh kabupaten/kota di Kalimantan dan meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir bandang serta longsor susulan. REVIEW FILM

Penyebab dan Wilayah Rawan dalam Potensi Hujan Lebat Yang Meluas ke Kalimantan: BMKG: Potensi Hujan Lebat Meluas ke Kalimantan

Hujan lebat dipicu oleh pertemuan massa udara basah dari Monsun Asia dengan bibit siklon tropis di selatan Jawa. Suhu permukaan laut di atas 29 °C serta kelembapan lapisan atas mencapai 90–98% membuat awan cumulonimbus berkembang masif dan menghasilkan hujan deras berkepanjangan disertai petir dan angin kencang 50–80 km/jam. Wilayah rawan utama hingga awal Februari meliputi:
Kalimantan Barat (Pontianak, Sintang, Sanggau, Ketapang)
Kalimantan Tengah (Palangkaraya, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Selatan)
Kalimantan Selatan (Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala)
Kalimantan Timur bagian selatan (Balikpapan, Paser)
Kalimantan Utara (Nunukan, Malinau)
Curah hujan kumulatif diperkirakan mencapai 200–400 mm dalam 5 hari ke depan di zona merah, dengan gelombang tinggi 3–6 meter mengancam pesisir Kalimantan Selatan dan Barat.

Dampak Potensi Hujan Lebat Meluas ke Kalimantan terhadap Masyarakat dan Infrastruktur: BMKG: Potensi Hujan Lebat Meluas ke Kalimantan

Hingga pagi 30 Januari, banjir bandang melanda Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau di Kalimantan Tengah, merendam ribuan rumah dengan ketinggian air hingga 1,5–2 meter. Longsor di lereng Gunung Palung (Kalbar) dan Gunung Meratus (Kalsel) menutup akses jalan nasional di beberapa titik. Di Banjarmasin, banjir rob dan luapan Sungai Martapura menggenangi kawasan pinggir sungai dengan ketinggian hingga 1 meter. Total korban jiwa sementara 3 orang (akibat longsor di Sintang), lebih dari 12.000 rumah terendam, dan sekitar 25.000 jiwa mengungsi ke posko-posko di masjid, sekolah, dan balai desa. Infrastruktur terdampak parah: jalan nasional lintas Kalimantan terputus di 12 titik, listrik padam di ribuan rumah karena tiang roboh dan gardu terendam, serta jaringan telepon dan internet terganggu di sebagian besar wilayah terdampak. Sawah dan kebun seluas ribuan hektare terendam, mengancam hasil panen padi dan kelapa sawit.

Respons Pemerintah dan Rekomendasi

Gubernur Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan telah menyatakan status tanggap darurat bencana di kabupaten/kota terdampak. BNPB mengerahkan helikopter dan perahu karet untuk evakuasi serta distribusi logistik ke desa terisolasi. TNI-Polri membentuk posko gabungan di Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin dengan ribuan personel terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan tenda darurat sudah mulai disalurkan melalui jalur darat dan udara. BMKG memperpanjang status siaga hingga 2 Februari dengan prakiraan hujan sedang hingga lebat masih mungkin terjadi di wilayah Kalimantan. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap banjir susulan dan longsor, serta hindari sungai yang masih meluap. Rekomendasi utama: pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG, siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, dan dokumen penting, serta hindari aktivitas di daerah rawan.

Kesimpulan

Potensi hujan lebat yang meluas ke Kalimantan hingga awal Februari 2026 telah memicu banjir dan longsor di beberapa kabupaten, merendam ribuan rumah dan memaksa puluhan ribu jiwa mengungsi. Respons pemerintah dan TNI-Polri sudah berjalan cepat, namun akses ke wilayah terisolasi serta risiko banjir susulan tetap menjadi tantangan utama. Prakiraan cuaca hingga akhir pekan menunjukkan potensi hujan lebat masih tinggi. Warga Kalimantan diminta terus waspada dan mengikuti arahan resmi. Semoga hujan segera reda dan masyarakat terdampak bisa pulih secepatnya. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi solidaritas dan kesiapsiagaan bisa meringankan beban. Tetap aman dan saling bantu!

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *