Banyak Kayu Gelondongan di Pantai Usai Banjir di Padang

banyak-kayu-gelondongan-di-pantai-usai-banjir-di-padang

Banyak Kayu Gelondongan di Pantai Usai Banjir di Padang. Sabtu, 29 November 2025, Pantai Air Tawar di Kota Padang, Sumatera Barat, berubah jadi pemandangan aneh yang memilukan. Ribuan batang kayu gelondongan, dari potongan kecil hingga pohon utuh sebesar meteran, bertumpuk di sepanjang garis pantai setelah banjir bandang melanda wilayah itu selama tiga hari berturut-turut sejak 25 November. Arus deras Sungai Batang Anai, yang dipicu hujan ekstrem hingga 200 mm/hari, hanyutkan material hutan dari hulu perbukitan hingga terhempas ombak ke pesisir. Fenomena ini tak hanya tutup akses nelayan dan wisatawan, tapi juga picu kecurigaan penebangan liar—kayu-kayu itu terlihat terlalu rapi, seperti hasil eksploitasi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang langsung gerakkan tim pembersihan, sementara warga ramai-ramai kumpulkan kayu untuk keperluan sendiri. Banjir ini ambil 21 korban jiwa di Sumbar, rusak ribuan rumah, dan tinggalkan kerugian Rp9 miliar—pemandangan pantai penuh kayu jadi simbol kehancuran yang masih berlanjut. INFO CASINO

Kronologi Banjir dan Munculnya Kayu Gelondongan: Banyak Kayu Gelondongan di Pantai Usai Banjir di Padang

Bencana dimulai Selasa lalu, saat hujan deras bikin sungai-sungai di Padang Pariaman dan sekitarnya meluap. Puncaknya Kamis-Jumat, galodo—campuran air, lumpur, dan material besar—menyapu Jembatan Kembar dan kawasan hulu, hanyutkan kayu dari hutan lindung. Sabtu pagi, warga Pantai Air Tawar terkejut lihat hamparan kayu sepanjang 2 km, dari Pantai Parkit hingga Patenggangan. Prisilia Utari Candra, warga setempat, bilang: “Sudah tiga hari ini muncul, terbawa banjir dari hulu—sekarang pantai seperti pasar kayu.” Video amatir viral di media sosial, tunjukkan warga berjalan di antara tumpukan gelondongan, picu pertanyaan: “Siapa pemiliknya?” DLH Padang konfirmasi, kayu itu terbawa debit air tinggi, tapi jumlah masifnya curiga akibat deforestasi—seperti kasus serupa di Aceh pekan lalu.

Dugaan Penebangan Liar dan Dampak Lingkungan: Banyak Kayu Gelondongan di Pantai Usai Banjir di Padang

Kemunculan ribuan kayu gelondongan tak lepas dari kecurigaan penebangan ilegal. Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki akui, banjir di Sumbar bagian dari enam Daerah Aliran Sungai (DAS) rawan, seperti DAS Krueng Geukuh, yang didominasi Areal Penggunaan Lain (APL) rentan eksploitasi. “Ini masalah pengelolaan hutan—kami perkuat rehabilitasi lahan kritis,” katanya. Kayu-kayu itu rusak ekosistem pantai: tutup akses nelayan, picu erosi, dan ancam biota laut. Di Padang, habitat mangrove terganggu, sementara banjir hanyutkan 3.503 rumah dan rusak ratusan sekolah. Kerugian Rp9 miliar termasuk hilangnya sawah dan usaha kecil—warga bilang, “Kayu ini bukti hutan hulu dirusak, banjirnya tambah ganas.” Kemenhut rencanakan revegetasi sempadan sungai dan pengawasan tata guna lahan, tapi warga desak tindak tegas pelaku penebangan.

Upaya Pembersihan dan Respons Warga

DLH Padang gerakkan “Pasukan Oranye” sejak Jumat, kumpulkan kayu dengan alat berat dan truk. Kepala DLH Fadelan Fitra Masta bilang: “Pembersihan lanjut hingga cuaca stabil—kami prioritaskan keselamatan dan lingkungan.” Sabtu siang, puluhan warga ikut “berburu” kayu untuk bahan bakar atau renovasi rumah rusak—tapi dilarang angkut sembarangan untuk hindari konflik. Polres Padang Pariaman siapkan tim selidiki asal kayu, sementara BNPB kirim drone dan perahu karet bantu evakuasi puing. Gubernur Muzakir Manaf umumkan bantuan Rp50 juta per keluarga, plus relokasi 500 warga. Tantangannya: cuaca buruk dan risiko longsor susulan, bikin proses molor. Warga seperti Rahmad (45) bilang: “Ini pertama kali lihat sebanyak ini—kami bantu bersih, tapi butuh bantuan cepat.”

Kesimpulan

Tumpukan kayu gelondongan di Pantai Padang usai banjir bandang jadi pemandangan pilu yang soroti kerapuhan ekosistem Sumbar. Dari arus Sungai Batang Anai hingga dugaan penebangan liar, ini alarm deforestasi tingkatkan bencana—21 korban jiwa dan Rp9 miliar kerugian tak boleh sia-sia. DLH dan Kemenhut harus percepat pembersihan, rehabilitasi hutan, dan pengawasan—sementara warga tunjukkan solidaritas luar biasa. Dengan darurat bencana aktif hingga 11 Desember, harapannya: langkah konkret lahir, agar pantai Padang kembali indah dan hutan lindung terjaga. Bencana ini ingatkan: alam butuh kita lindungi, sebelum banjir hanyutkan lebih banyak lagi.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *