Banjir Rob Jakarta Utara Masih Menggenang

Banjir Rob Jakarta Utara Masih Menggenang

Banjir Rob Jakarta Utara Masih Menggenang. Banjir rob masih menggenang di sejumlah kawasan Jakarta Utara hingga 10 Februari 2026. Air pasang laut yang tinggi, dikombinasikan dengan hujan ringan hingga sedang di wilayah pesisir, membuat genangan sulit surut meskipun pompa dan pintu air telah bekerja maksimal. Kawasan paling terdampak meliputi Penjaringan, Pluit, Kamal Muara, Muara Baru, Ancol, serta sebagian Cilincing dan Marunda. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter, mengganggu mobilitas warga, merendam rumah-rumah, dan menghambat aktivitas ekonomi lokal. BPBD DKI Jakarta terus memantau situasi, sementara warga diminta tetap waspada karena prediksi pasang tinggi masih berlangsung beberapa hari ke depan. Berikut kondisi terkini dan upaya penanganan. BERITA TERKINI

Penyebab Banjir Rob yang Berlangsung Lama: Banjir Rob Jakarta Utara Masih Menggenang

Banjir rob kali ini dipicu oleh fenomena pasang purnama (spring tide) yang mencapai puncaknya pada 8–11 Februari 2026. Tinggi muka air laut di Teluk Jakarta tercatat mencapai 1,2–1,5 meter di atas permukaan normal, lebih tinggi dari rata-rata bulanan. Faktor pendukung lainnya adalah penurunan muka tanah di Jakarta Utara yang terus berlangsung, ditambah drainase pesisir yang belum optimal karena sedimentasi dan sampah.
Hujan ringan yang turun sejak malam 9 Februari menambah volume air di kanal-kanal, sehingga air laut yang masuk melalui muara tidak bisa langsung surut saat air pasang surut. Pintu air di Kali Item, Kali Gendong, dan Kali Angke bekerja penuh, tetapi debit air laut yang masuk terlalu besar dibandingkan kapasitas pompa. Di beberapa titik, seperti Kampung Akuarium dan Kampung Kerang Ijo, genangan bertahan lebih dari 48 jam karena elevasi tanah yang sangat rendah.
BMKG juga mencatat bahwa angin kencang dari arah barat laut memperkuat gelombang lokal di Teluk Jakarta, sehingga air pasang lebih mudah meluap ke daratan. Kombinasi semua faktor ini membuat banjir rob kali ini terasa lebih lama dan lebih luas dibandingkan kejadian serupa di bulan sebelumnya.

Dampak terhadap Warga dan Aktivitas Sehari-hari: Banjir Rob Jakarta Utara Masih Menggenang

Genangan air telah memaksa ribuan warga di Jakarta Utara menyesuaikan kehidupan sehari-hari. Di Penjaringan dan Pluit, banyak rumah terendam hingga lutut orang dewasa, sehingga warga terpaksa tidur di lantai atas atau mengungsi sementara ke posko-posko yang disediakan kelurahan. Anak-anak kesulitan berangkat sekolah, sementara pedagang pasar tradisional di sekitar Pluit dan Kamal Muara mengalami penurunan drastis omzet karena akses pembeli terhambat.
Jalan utama seperti Jalan Pluit Raya, Jalan Lodan, dan Jalan Kapuk mengalami genangan hingga 50–70 cm, menyebabkan kendaraan roda dua mogok dan mobil kecil sulit melintas. Kemacetan parah terjadi di beberapa titik, terutama saat jam pulang kerja. Aktivitas nelayan dan buruh tambak di Muara Angke serta Marunda juga terganggu karena dermaga kecil tergenang dan perahu sulit sandar.
Secara ekonomi, kerugian terasa di sektor informal. Warung makan pinggir jalan, ojek online, dan pedagang keliling kehilangan pendapatan signifikan. Beberapa warga melaporkan barang elektronik dan perabot rumah tangga rusak akibat air asin yang korosif. Meski belum ada laporan korban jiwa, risiko kesehatan seperti infeksi kulit dan penyakit akibat air tercemar tetap mengintai.

Upaya Penanganan dan Antisipasi Pemerintah Daerah

Pemprov DKI Jakarta melalui BPBD, Dinas Sumber Daya Air, dan Dishub terus berupaya mengurangi dampak. Lebih dari 50 pompa mobile dan stasioner dikerahkan, sementara pintu air besar seperti Pintu Air Marina dan Pintu Air Pluit dijaga 24 jam. Tim gabungan juga membersihkan sampah di muara dan kanal untuk mempercepat aliran air.
Posko bantuan didirikan di kelurahan-kelurahan terdampak, menyediakan air bersih, makanan siap saji, dan tempat pengungsian sementara. Warga diimbau tidak memaksakan diri melintasi genangan dalam, terutama pengendara motor, karena risiko terseret arus dan korsleting listrik cukup tinggi. Dinas Kesehatan menyiagakan tim medis keliling untuk memeriksa kesehatan warga yang terpapar air rob.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air karena memperparah penyumbatan. Prediksi BMKG menunjukkan pasang tinggi masih berlangsung hingga 13–14 Februari, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan. Koordinasi dengan Kementerian PUPR untuk percepatan proyek tanggul raksasa dan polder terus dilakukan agar kejadian serupa bisa dikurangi di masa mendatang.

Kesimpulan

Banjir rob yang masih menggenang di Jakarta Utara menjadi pengingat bahwa tantangan pesisir ibu kota belum sepenuhnya teratasi. Meski tim penanganan bekerja keras, kombinasi pasang tinggi, penurunan tanah, dan drainase yang belum optimal membuat genangan sulit surut cepat. Warga tetap harus waspada, sementara pemerintah daerah perlu mempercepat solusi jangka panjang seperti tanggul laut, polder, dan relokasi bertahap. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci agar Jakarta Utara tidak terus-menerus menjadi korban banjir rob setiap kali pasang purnama tiba. Semoga air segera surut dan kehidupan warga kembali normal dalam waktu dekat. Tetap jaga kebersihan lingkungan dan ikuti imbauan resmi selama periode ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *