Cuaca Ekstrem Meluas, Waspada Banjir Jawa Barat. Cuaca ekstrem masih menguasai sebagian besar Jawa Barat sepanjang awal Februari 2026. Hujan lebat yang hampir tak henti sejak akhir Januari diperparah oleh angin kencang dan petir, memicu banjir, longsor, dan genangan air di 15 kabupaten/kota. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperpanjang peringatan dini hingga setidaknya 7 Februari, dengan potensi curah hujan 100–250 mm dalam 24 jam di wilayah pegunungan dan dataran rendah. Ribuan rumah sudah terendam, ratusan titik longsor terjadi, dan akses jalan utama di beberapa daerah terputus. BPBD Jawa Barat menetapkan status siaga tinggi dan meminta masyarakat tetap waspada terhadap banjir bandang serta longsor susulan. INFO PROPERTI
Wilayah Paling Terdampak dan Kondisi Terkini: Cuaca Ekstrem Meluas, Waspada Banjir Jawa Barat
Daerah pegunungan selatan Jawa Barat menjadi zona merah utama. Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran mencatat banjir bandang dan longsor berulang. Di Sukabumi, Sungai Cikaso dan Citarik meluap, merendam ribuan rumah di Kecamatan Surade, Sagaranten, dan Cisolok. Longsor menutup jalur utama Ciawi–Sukabumi dan jalur selatan Pelabuhan Ratu selama beberapa jam. Di Cianjur, longsor besar di jalur Cianjur–Bandung dan Cianjur–Sukabumi memutus akses, sementara banjir di Kecamatan Cipanas dan Cugenang menggenangi permukiman dan sawah.
Garut dan Tasikmalaya juga dilanda banjir luas. Sungai Cimanuk dan Citanduy naik drastis, menyebabkan genangan hingga 1–2 meter di Kecamatan Tarogong Kidul, Cilawu, dan Singaparna. Di Pangandaran, banjir rob diperparah hujan deras membuat kawasan pantai dan desa-desa pesisir terendam air asin. Di wilayah utara seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta, Sungai Citarum dan Cisadane kembali meluap, menggenangi kawasan industri dan permukiman padat.
Longsor kecil hingga menengah juga terjadi di jalur Puncak–Bogor, jalur Lembang–Subang, dan lereng Gunung Gede Pangrango. Pohon tumbang dan material longsor menutup beberapa ruas jalan nasional dan provinsi, memaksa pengalihan arus lalu lintas.
Upaya Penanganan dan Imbauan Pemerintah: Cuaca Ekstrem Meluas, Waspada Banjir Jawa Barat
BPBD Jawa Barat bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan telah mendirikan posko di setiap kabupaten terdampak. Evakuasi warga dilakukan secara bertahap, terutama di daerah yang terisolasi akibat longsor dan banjir. Helikopter dan perahu karet digunakan untuk menjangkau lokasi sulit. Distribusi logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan diprioritaskan ke desa-desa terisolasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaktifkan status tanggap darurat di 12 kabupaten/kota. Sekolah-sekolah di zona rawan genangan menerapkan pembelajaran daring atau diliburkan sementara. Dinas PUPR dan PU Bina Marga bekerja membersihkan material longsor dan memperbaiki drainase yang tersumbat. PLN mencatat ribuan pelanggan mengalami padam listrik akibat tiang roboh dan trafo terendam; petugas berupaya memulihkan listrik secara bertahap.
Masyarakat diimbau untuk:
Tidak memaksakan diri melintasi genangan dalam atau sungai yang meluap.
Menghindari lereng curam dan tebing saat hujan deras.
Segera melapor jika melihat retakan tanah atau suara gemuruh.
Memantau informasi resmi BMKG dan BPBD setiap 3–6 jam.
Kesimpulan
Cuaca ekstrem yang meluas di Jawa Barat pada awal Februari 2026 menunjukkan bahwa musim hujan tahun ini masih menyimpan risiko tinggi meski puncaknya sudah mulai mereda di beberapa wilayah. Banjir dan longsor yang terus terjadi mengganggu kehidupan masyarakat, merusak infrastruktur, dan menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan, terutama di sektor pertanian dan perhubungan.
Kesiapsiagaan dini, koordinasi cepat antarinstansi, serta kepatuhan masyarakat terhadap peringatan menjadi kunci untuk menekan jumlah korban jiwa dan mempercepat pemulihan. Jika pola hujan mulai menurun seperti prediksi BMKG dalam beberapa hari ke depan, situasi bisa berangsur membaik. Namun selama peringatan masih berlaku, prioritas utama adalah menjaga keselamatan diri dan keluarga serta tidak mengabaikan tanda-tanda bahaya yang muncul di lapangan. Waspada tetap harus menjadi sikap utama warga Jawa Barat di minggu-minggu ini.
