BMKG Peringatkan Hujan Lebat & Angin Kencang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Indonesia hingga awal Februari 2026. Kondisi ini dipicu penguatan Monsun Asia dan pengaruh zona konvergensi ITCZ, membuat curah hujan meningkat signifikan di akhir Januari ini. REVIEW FILM
Pemicu Utama Cuaca Ekstrem: BMKG Peringatkan Hujan Lebat & Angin Kencang
Dinamika atmosfer regional saat ini sangat aktif. Penguatan Monsun Asia membawa massa udara lembab dari utara, sementara pola pertemuan angin di selatan Indonesia memperkuat proses naiknya udara secara intensif. Kombinasi ini, ditambah pengaruh bibit siklon tropis di sekitar wilayah selatan, menyebabkan pembentukan awan hujan tebal yang mudah memicu hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG mencatat beberapa kejadian ekstrem baru-baru ini, seperti curah hujan mencapai 171 mm/hari di Jakarta, 148 mm/hari di Banten, dan 106 mm/hari di Jawa Barat pada periode 23–26 Januari. Angin kencang juga kerap menyertai, dengan kecepatan yang cukup kuat untuk menumbangkan pohon atau merusak bangunan ringan. Status siaga diberlakukan di banyak provinsi, termasuk potensi hujan lebat-sangat lebat dan angin kencang yang berlangsung hingga 2 Februari mendatang.
Wilayah yang Paling Berisiko: BMKG Peringatkan Hujan Lebat & Angin Kencang
Peringatan paling tinggi tertuju pada wilayah selatan dan tengah Indonesia. Provinsi dengan status siaga meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian Sulawesi Selatan dan Papua Pegunungan. Di Sumatera, wilayah seperti Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung juga rawan hujan lebat disertai petir serta angin kencang.
Untuk angin kencang sendiri, BMKG memprediksi kejadian di wilayah lebih luas, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Barat hingga Selatan, Sulawesi berbagai bagian, Maluku, hingga Papua. Di Jabodetabek dan sekitarnya, potensi genangan serta banjir bandang tetap tinggi, terutama di daerah rawan seperti pesisir utara Jawa dan lereng pegunungan. Masyarakat diimbau memantau update peringatan dini melalui aplikasi infoBMKG atau situs resmi, karena kondisi bisa berubah cepat dalam hitungan jam.
Dampak dan Langkah Antisipasi
Hujan lebat dan angin kencang ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, hingga angin puting beliung di area terbuka. Di wilayah pegunungan, risiko longsor dan banjir bandang meningkat tajam, sementara di perkotaan genangan air bisa mengganggu lalu lintas dan aktivitas sehari-hari.
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat: hindari daerah rawan banjir saat hujan deras, pastikan saluran air bersih, dan ikuti arahan BPBD setempat. Pemerintah daerah juga diminta memperkuat koordinasi evakuasi jika diperlukan, terutama di zona siaga tinggi. Operasi modifikasi cuaca terus dilakukan di beberapa titik untuk mengurangi intensitas hujan ekstrem.
Kesimpulan
Peringatan BMKG soal hujan lebat dan angin kencang ini jadi pengingat bahwa puncak musim hujan masih berlangsung kuat di akhir Januari hingga awal Februari 2026. Dengan penguatan monsun dan faktor konvergensi yang aktif, cuaca ekstrem kemungkinan besar masih akan mendominasi. Kunci utamanya tetap pada kewaspadaan dini dan respons cepat dari masyarakat serta pemerintah. Pantau terus informasi resmi agar bisa mengantisipasi risiko banjir, longsor, atau gangguan lainnya—cuaca memang tak bisa diubah, tapi dampaknya bisa diminimalkan.
