Banjir Sumatera Bertambah Korban. Banjir bandang dan longsor yang melanda sebagian besar Sumatera sejak 23 Januari 2026 terus menimbulkan korban jiwa. Hingga pagi 27 Januari, BNPB mencatat jumlah korban tewas bertambah menjadi 31 orang, dengan 48 orang hilang dan lebih dari 35.000 jiwa mengungsi. Wilayah paling terdampak adalah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Lampung, di mana hujan ekstrem memicu luapan sungai dan longsor di lereng gunung. Situasi ini semakin parah karena bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa masih aktif dan terus memperkuat intensitas hujan. Pemerintah pusat dan daerah sudah menetapkan status tanggap darurat, sementara akses ke beberapa desa masih terputus total.

REVIEW FILM

Penyebab dan Pola Cuaca Di Sumatera: Banjir Sumatera Bertambah Korban

Hujan lebat berkepanjangan dipicu oleh bibit siklon tropis yang terdeteksi sejak akhir Desember 2025. Sistem ini berada di sekitar 8–13°LS dan 105–115°BT, menarik uap air dalam jumlah besar dari Samudra Hindia dan Laut Jawa. Kelembapan lapisan atas mencapai 90–98% dan suhu permukaan laut di atas 29 °C, sehingga awan cumulonimbus berkembang masif dan menghasilkan curah hujan ekstrem (300–550 mm dalam 72 jam). Angin kencang 60–90 km/jam menyertai hujan, mempercepat luapan sungai dan longsor di lereng-lereng pegunungan. Prakiraan hingga 29 Januari: hujan ekstrem masih melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung. Curah hujan tambahan 150–300 mm diperkirakan, dengan risiko longsor di daerah pegunungan dan banjir bandang di daerah aliran sungai.

Dampak terhadap Masyarakat dan Infrastruktur: Banjir Sumatera Bertambah Korban

Total korban jiwa mencapai 31 orang (19 longsor di Sumbar dan Sumut, 12 banjir bandang di Lampung dan Bengkulu). Lebih dari 14.000 rumah terendam, 2.500 di antaranya rusak berat. Sekitar 35.000 jiwa mengungsi ke posko-posko di masjid, gereja, sekolah, dan balai desa. Sawah dan kebun seluas ribuan hektare terendam, mengancam hasil panen padi dan kopi di musim tanam ini. Infrastruktur terdampak parah: jalan nasional lintas Sumatera terputus di 26 titik karena longsor dan banjir. Listrik padam di ribuan rumah karena tiang roboh dan gardu terendam. Jaringan telepon dan internet terganggu di sebagian besar wilayah terdampak. Beberapa jembatan kecil ambruk, memaksa warga menggunakan perahu karet untuk mobilitas. Di Padang Panjang dan Bukittinggi, banjir bandang merendam kawasan pemukiman dengan ketinggian hingga 2 meter.

Respons Pemerintah dan Rekomendasi

Gubernur Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Lampung telah menyatakan status tanggap darurat bencana. BNPB mengerahkan helikopter dan perahu karet untuk evakuasi serta distribusi logistik ke desa terisolasi. TNI-Polri membentuk posko gabungan di Padang, Medan, dan Bandar Lampung dengan ribuan personel terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan tenda darurat sudah mulai disalurkan melalui jalur darat dan udara. BMKG memperpanjang status siaga hingga 29 Januari dengan prakiraan hujan sedang hingga lebat masih mungkin terjadi di wilayah Sumatera. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap longsor susulan dan banjir bandang, serta hindari sungai yang masih meluap. Rekomendasi utama: pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG, siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, dan dokumen penting, serta hindari aktivitas di daerah rawan.

Kesimpulan

Banjir bandang dan longsor di Sumatera yang dipicu hujan ekstrem sejak 23 Januari 2026 telah menewaskan 31 orang, merendam ribuan rumah, dan memutus akses jalan utama. Respons pemerintah dan TNI-Polri sudah berjalan cepat, namun akses ke wilayah terisolasi tetap menjadi tantangan utama. Prakiraan cuaca hingga akhir pekan menunjukkan risiko banjir susulan dan longsor masih tinggi. Warga Sumatera diminta terus waspada dan mengikuti arahan resmi. Semoga hujan segera reda dan masyarakat terdampak bisa pulih secepatnya. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi solidaritas dan kesiapsiagaan bisa meringankan beban. Tetap aman dan saling bantu!

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *