Cuaca Ekstrem Indonesia, Siaga Banjir Besar

cuaca-ekstrem-indonesia-siaga-banjir-besar

Cuaca Ekstrem Indonesia, Siaga Banjir Besar. Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia sejak pertengahan Januari 2026 terus menimbulkan kekhawatiran besar. BMKG memperpanjang status siaga hingga akhir bulan setelah bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa masih aktif dan terus menguat. Curah hujan sangat lebat hingga ekstrem (200–450 mm dalam 48–72 jam) terjadi di hampir seluruh Sumatera, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Hingga 24 Januari pagi, banjir besar sudah melanda puluhan kabupaten/kota, longsor menutup puluhan jalur lintas, dan banjir rob menggenangi pesisir utara Jawa. BNPB mencatat korban jiwa sementara mencapai 28 orang, ribuan rumah terendam, dan ratusan ribu warga mengungsi. Situasi ini menjadi pengingat bahwa musim hujan 2025/2026 berada di puncak intensitasnya. MAKNA LAGU

Penyebab dan Pola Cuaca Ekstrem di Indonesia: Cuaca Ekstrem Indonesia, Siaga Banjir Besar

Bibit siklon tropis (sementara dinamai 05S–06S) yang terdeteksi sejak akhir Desember 2025 terus menguat di sekitar 8–14°LS dan 100–118°BT. Sistem ini menarik uap air dalam jumlah sangat besar dari Samudra Hindia dan Laut Jawa, menciptakan zona konvergensi angin monsun baratan yang ekstrem. Suhu permukaan laut di atas 29 °C dan kelembapan lapisan atas mencapai 90–98% mendukung pembentukan awan cumulonimbus masif yang menghasilkan hujan lebat berkepanjangan. Angin kencang 70–100 km/jam menyertai di banyak daerah, menyebabkan pohon tumbang dan atap rumah roboh. Prediksi hingga 28 Januari: hujan ekstrem masih melanda Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat selatan, Jawa Tengah selatan, Yogyakarta, Jawa Timur selatan, Bali, NTB, dan NTT. Curah hujan kumulatif bisa mencapai 400–600 mm dalam 5 hari di zona merah, jauh melebihi normal Januari.

Dampak terhadap Masyarakat dan Infrastruktur: Cuaca Ekstrem Indonesia, Siaga Banjir Besar

Hingga 24 Januari siang, banjir besar melanda Jakarta (genangan di 68 RT, ketinggian 70–150 cm), Bandung (longsor di 12 titik), Bogor (genangan hingga 2 meter di beberapa kampung), dan Bekasi (banjir rob + luapan Citarum). Sumatera Barat alami banjir bandang di Padang Panjang dan Agam yang merendam ribuan rumah dan menutup akses lintas Sumatera. Lampung genangan parah di Bandar Lampung dan Pringsewu, sementara Jawa Timur selatan laporkan banjir bandang di Banyuwangi dan Jember. NTT paling parah: banjir bandang di Kupang dan Sumba Timur merendam ribuan rumah, longsor tutup Trans-Sumba, dan gelombang tinggi 6–8 meter ancam pesisir. Total korban jiwa sementara 28 orang (termasuk 9 longsor di Sumbar dan Jabar), lebih dari 12.000 rumah terendam, dan 320.000 warga mengungsi. Infrastruktur terdampak: listrik padam di ribuan desa, jaringan telepon dan internet terganggu, beberapa jembatan ambruk, dan akses jalan nasional terputus di 18 titik.

Respons Pemerintah dan Rekomendasi

BMKG memperpanjang status siaga hingga 28 Januari dan meminta masyarakat menghindari daerah rawan longsor serta sungai meluap. BNPB dan BPBD provinsi sudah membuka posko darurat di 32 kabupaten/kota. Distribusi logistik darurat—tenda, makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan—sedang digesa, dibantu TNI-Polri dengan helikopter untuk daerah terisolasi. Presiden memerintahkan percepatan evakuasi preventif di zona merah. Rekomendasi BMKG: pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG, hindari aktivitas luar ruangan saat hujan deras, siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, dan dokumen penting. Nelayan diminta menunda melaut hingga gelombang reda. Pemerintah pusat menekankan pentingnya infrastruktur tahan bencana dan sistem peringatan dini yang lebih baik di daerah rawan.

Kesimpulan

Cuaca ekstrem yang dipicu bibit siklon tropis di selatan Jawa memicu banjir besar dan longsor di hampir seluruh Indonesia bagian barat dan tengah pada 23–24 Januari 2026. Dampaknya sudah sangat berat—korban jiwa, ribuan rumah terendam, dan infrastruktur rusak. Respons pemerintah cepat, tapi tantangan besar masih menanti jika sistem ini terus menguat. Wilayah Indonesia bagian selatan butuh kesiapsiagaan ekstra di sisa musim hujan ini. Waspada tetap jadi kata kunci—jangan anggap remeh hujan deras yang bisa berubah jadi bencana dalam hitungan jam. Semoga cuaca segera membaik dan masyarakat terdampak pulih secepatnya. Tetap aman di rumah kalau tidak mendesak!

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *