Cuaca Ekstrem Indonesia Selatan, Siaga Banjir

cuaca-ekstrem-indonesia-selatan-siaga-banjir

Cuaca Ekstrem Indonesia Selatan, Siaga Banjir. Cuaca ekstrem melanda wilayah Indonesia bagian selatan sejak 20 Januari 2026, dipicu bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa yang terus menguat. BMKG memperpanjang status siaga hingga 24 Januari karena hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di hampir seluruh Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Curah hujan 150–350 mm dalam 24–48 jam sudah tercatat di beberapa titik, menyebabkan banjir, longsor, dan genangan parah. Pemerintah daerah dan BNPB sudah gerak cepat, tapi dampaknya terasa berat di daerah rawan seperti pesisir selatan Jawa, lereng Sumatera, dan lembah NTT. Masyarakat diminta tetap waspada karena risiko banjir bandang dan longsor masih tinggi. MAKNA LAGU

Penyebab dan Pola Cuaca di Indonesia Selatan: Cuaca Ekstrem Indonesia Selatan, Siaga Banjir

Bibit siklon tropis (sementara dinamai 05S) berada di sekitar 9–12°LS dan 105–112°BT, sekitar 400–600 km selatan Pulau Jawa. Sistem ini menarik massa udara basah dari Samudra Hindia dan Laut Jawa, menciptakan zona konvergensi kuat yang memicu pembentukan awan cumulonimbus besar. Suhu permukaan laut hangat (28–30 °C) dan angin monsun baratan yang kencang mempercepat penguatan sistem. Pada 20–21 Januari, hujan ekstrem sudah melanda Sumatera Barat (Padang 280 mm/24 jam), Lampung (Metro 220 mm), Jawa Barat selatan (Sukabumi 310 mm), dan NTT (Kupang 260 mm). Angin kencang 60–90 km/jam ikut menyertai, menyebabkan pohon tumbang dan atap rumah roboh. Prediksi 23–24 Januari: hujan lebat meluas ke Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Tengah selatan, Yogyakarta, Jawa Timur selatan, Bali, NTB, dan NTT. Curah hujan bisa capai 300–400 mm/hari di zona merah, disertai petir dan kilat intens.

Dampak terhadap Masyarakat dan Infrastruktur Indonesia Selatan: Cuaca Ekstrem Indonesia Selatan, Siaga Banjir

Hingga pagi 23 Januari, banjir dan longsor sudah menewaskan 11 orang dan melukai 28 lainnya di Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, dan NTT. Lebih dari 4.200 rumah terendam, 1.800 di antaranya rusak berat. Di Sumatera Barat, banjir bandang di Padang Panjang dan Agam merendam ratusan rumah dan tutup akses jalan lintas Sumatera. Lampung alami genangan parah di Bandar Lampung dan Pringsewu, sementara Jawa Barat laporkan longsor di Sukabumi dan Bogor yang tutup beberapa ruas jalan provinsi. NTT paling parah terdampak: banjir bandang di Kupang dan Sumba Timur merendam ribuan rumah, longsor tutup Trans-Sumba, dan gelombang tinggi 4–6 meter ancam pesisir. Listrik padam di ratusan desa, jaringan telepon dan internet terganggu, serta beberapa jembatan kecil ambruk. Bandara El Tari Kupang sempat ditutup sementara karena genangan runway. Petani kehilangan tanaman padi dan jagung yang hampir panen, sementara nelayan tak bisa melaut. BNPB dan BPBD sudah distribusikan logistik darurat—tenda, makanan, air bersih, dan obat-obatan—tapi akses ke daerah terpencil masih sulit.

Respons Pemerintah dan Rekomendasi

BMKG perpanjang peringatan dini hingga 25 Januari dan minta masyarakat hindari daerah rawan longsor serta sungai meluap. BNPB koordinasi dengan TNI-Polri untuk evakuasi dan distribusi bantuan. Posko utama dibuka di Padang, Bandar Lampung, Sukabumi, dan Kupang, dengan helikopter dikerahkan ke daerah terisolasi. Presiden Prabowo instruksikan percepatan penanganan dan rekonstruksi cepat pasca-bencana. Gubernur dan bupati diminta evakuasi preventif di zona merah. Rekomendasi BMKG: pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG, hindari aktivitas luar ruangan saat hujan deras, siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, dan selimut. Nelayan diminta tunda melaut hingga gelombang reda. Pemerintah pusat tekankan pentingnya infrastruktur tahan bencana dan sistem peringatan dini yang lebih baik di daerah rawan.

Kesimpulan

Cuaca ekstrem yang dipicu bibit siklon tropis di selatan Jawa memicu hujan lebat dan banjir di Sumatera hingga NTT pada 20–22 Januari 2026. Dampaknya sudah berat—korban jiwa, ribuan rumah terendam, dan infrastruktur rusak. Respons pemerintah cepat, tapi tantangan besar masih menanti jika sistem ini terus menguat. Wilayah selatan Indonesia butuh kesiapsiagaan ekstra di musim hujan ini. Waspada tetap jadi kunci—jangan anggap remeh hujan deras yang bisa berubah jadi bencana dalam hitungan jam. Semoga cuaca segera membaik dan masyarakat terdampak pulih secepatnya. Tetap aman, ya!

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *