Jalan di Pandjaitan Masih Terendam Air Banjir. Saluran air di sepanjang Jalan Jenderal A. Yani dan sekitar Pandjaitan ditemukan tersumbat parah oleh sampah plastik, lumpur, dan endapan tebal. Debit air dari Kali Sunter yang meluap diperparah oleh drainase sekunder yang dangkal dan penuh sedimen. Kawasan ini memang dikenal sebagai titik rawan banjir karena letaknya rendah dan dekat dengan aliran utama yang sering kelebihan muatan saat musim hujan. Banyak warga dan pelaku usaha di sekitar mengeluhkan bahwa pembersihan saluran hanya dilakukan sporadis, sehingga sampah menumpuk kembali dalam waktu singkat. Selain itu, pembangunan di badan saluran dan penutupan inlet drainase untuk keperluan lahan parkir atau perluasan bangunan semakin memperburuk aliran air. Hujan dengan curah lebih dari 200 mm dalam 24 jam menjadi pemicu langsung, tapi masalah struktural drainase sudah berlangsung lama dan belum tertangani secara menyeluruh. INFO GAME
Dampak Lalu Lintas dan Kehidupan Warga: Jalan di Pandjaitan Masih Terendam Air Banjir
Kemacetan akibat banjir Pandjaitan menyebar hingga ke Jalan DI Panjaitan, Cawang, dan sebagian Jatinegara. Ribuan kendaraan terjebak selama pagi hingga siang, membuat banyak pekerja terlambat dan aktivitas logistik terganggu. Beberapa pengendara motor terpaksa memutar melalui gang-gang kecil, tapi jalur itu pun banyak yang tergenang. Di bawah flyover dan area pedestrian, genangan mencapai pinggang, sehingga pejalan kaki dan pedagang kaki lima kesulitan beraktivitas. Warga di perumahan sekitar melaporkan rumah mereka ikut kebanjiran, dengan air masuk hingga ke dalam ruang tamu dan dapur. Kerusakan pada perabotan, kendaraan roda dua, dan stok barang dagangan menjadi keluhan utama. Anak-anak dan lansia paling terdampak karena sulit bergerak di genangan. Petugas mendistribusikan bantuan makanan siap saji dan air minum, sementara tim kesehatan siaga untuk mencegah penyakit akibat air kotor.
Upaya Penanganan dan Langkah ke Depan: Jalan di Pandjaitan Masih Terendam Air Banjir
Petugas gabungan dari dinas terkait dan relawan langsung turun sejak pagi dengan pompa air berkapasitas besar untuk menguras genangan. Pembersihan saluran juga dilakukan secara manual dan menggunakan alat berat di titik-titik sumbatan utama. Proses evakuasi air berjalan lambat karena volume besar dan saluran pembuangan yang masih penuh sedimen. Pemerintah setempat menyatakan akan melakukan normalisasi saluran secara intensif mulai Jumat, termasuk pembersihan mendalam dan pemasangan grill filter sampah di inlet-inlet kritis. Masyarakat diminta lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya dan tidak menutup saluran untuk kepentingan pribadi. Beberapa warga mengusulkan pembuatan sumur resapan tambahan dan pelebaran saluran di kawasan padat. Camat setempat menjanjikan koordinasi lebih baik dengan dinas terkait agar penanganan banjir tidak hanya bersifat reaktif. Namun, tanpa penegakan aturan ketat dan perbaikan infrastruktur jangka panjang, banjir serupa hampir pasti terulang setiap hujan deras.
Kesimpulan
Banjir di Jalan Pandjaitan kali ini menunjukkan betapa rentannya kawasan itu ketika saluran air tersumbat dan debit hujan melebihi kapasitas drainase. Meski penanganan darurat sudah berjalan, genangan yang bertahan lama tetap mengganggu lalu lintas dan kehidupan warga. Kejadian ini seharusnya jadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih serius menjaga kebersihan saluran dan mendukung program pencegahan banjir. Tanpa langkah preventif yang konsisten, Jalan Pandjaitan dan sekitarnya akan terus menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Semoga air cepat surut dan perbaikan segera dilakukan agar warga bisa kembali beraktivitas normal tanpa khawatir terjebak genangan.
